Hell Yeah Pointer 9

Sunday, July 9, 2017

Contoh Soal Pancasila Sebagai Sistem Filsafat


1.       Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani, kata ini bersifat majemuk yaitu ‘philos’ yang berarti...
a.       Menerka-nerka                                     c. Sahabat
b.       Ilmu                                                      d. Pengetahuan yang bijaksana

2.       Objek Material filsafat merupakan...
a.       Objek pembahasan filsafat yang meliputi segala sesuatu baik yang meliputi material konkret.
b.       Cara memandang seseorang peneliti terhadap objek material.
c.       Benar semua.
d.       Salah semua.

3.       Nilai, Ide-ide, Ideologi, moral dan pandangan hidup merupakan...
a.       Objek material filsafat                    c. Objek Penelitian
b.       Objek formal filsafat                      d. Objek kajian

4.       Cabang filsafat yang berkaitan dengan persoalan tentang hakikat yang ada disebut...
a.       Logika                                                  c. Metafisika
b.       Etika                                                     d. Epistemologi

5.       Cabang filsafat yang berkaitan dengan persoalan hakikat metode ilmiah disebut...
a.       Logika                                                  c. Metodologi
b.       Etika                                                     d. Epistemologi                

6.       Cabang filsafat yang berkaitan dengan persoalan moralitas disebut...
a.       Logika                                                  c. Metodologi
b.       Etika                                                     d. Epistemologi

7.       Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, yaitu...
a.       Sebagai konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan suatu bangsa.
b.       Pancasila sebagai ajaran bangsa.
c.       Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa.
d.       Pancasila sebagai peraturan pemerintah.

8.       Pancasila sebagai ideologi terbuka haruslah bersifat dinamis, hal ini mengandung pengertian bahwa Pancasila mampu...
a.       Mengembangkan sikap paling mencintai & penuh kesadaran.
b.       Mewujudkan demokrasi dalam kehidupan politik, ekonomi dan sosial.
c.       Membangkitkan kesadaran hidup dalam berbangsa & bernegara.
d.       Menyesuaikan diri terhadap tuntutan perkembangan lahan.

9.       Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia merupakan tujuan Pancasila sebagai paradigma pembangunan dibidang...
a.       Politik                                                  c. Hukum
b.       Pertahanan dan Keamanan        d. Sosial
10.   Nilai-nilai yang terangkum dalam suatu sistem yang lengkap, bulat dan utuh disebut…
a.       Hakekat Pancasila                           c. Ideologi Pancasila
b.       Filsafat Pancasila                             d. Teori Pancasila

11.   Sistem filsafat Pancasila merupakan subjek yang memberikan penilaian terhadap segala sesuatu yang menyangkut kehidupan...
a.       Sendiri                                                 c. Kampus
b.       Golongan                                           d. Masyarakat, bangsa dan negara

12.   Secara harafiah, kata filsafat berasal dari kata Yunani, yaitu...
a.       Sophia                                                 c. Panca
b.       Logos                                                   d. Philosophia

13.   Salah satu objek filsafat yaitu...
a.       Axiologi                                               c. Modualistik
b.       Monopluralistik                               d. Paradigma

14.   Ajaran filsafat yang bulat, mengajarkan tentang berbagai segi kehidupan mendasar, seperti sumber dan hakekat realita, filsafat, hidup dan tata nilai (etika) termasuk teori terjadinya pengetahuan dan logika disebut...
a.       Hakekat Pancasila                           c. Nilai-nilai filsafat
b.       Sistem filsafat                                  d. Tujuan Filsafat

15.   Berikut ini merupakan sudut pandang filsafat Pancasila, kecuali...
a.       Keselarasan                                      c. Monodualistik
b.       Pertikaian                                          d. Integralistik

16.   Semua peraturan perundang-undangan harus bersumber kepada...
a.       Pancasila                                            c. Polisi
b.       Presiden                                             d. ORMAS

17.   Saling mencintai sesama manusia merupakan pengamalan Pancasila sila ke-...
a.       1            b. 3         c. 2         d. 5

18.   Pasal-pasal dalam UUD 1945 yang mencakup sila ketiga “Persatuan Indonesia”, kecuali...
a.       1            b. 32      c. 29       d. 35

19.   Wujud pengamalan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” adalah sebagai berikut, kecuali...
a.       Berani membela kebenaran dan keadilan
b.       Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain
c.       Suka memberi pertolongan kepada orang lain
d.       Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur dan mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan

20.   Pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila yang meningkatkan martabat, hak dan kewajiban asasi warga Negara sesuai dengan sila...
a.       1            b. 2         c. 3         d. 4
21.   Norma Pancasila yang dihayati dan diamalkan oleh setiap pribadi, masyarakat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (norma moral) merupakan pengamalan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara...
a.       Objektif                                              c. Ontologi
b.       Axiologi                                               d. Subjektif

22.   Hubungan pemerintah dan rakyat dalam konteks demokrasi...
a.       Sebagai sumber informasi.
b.       Saat ini dipertahankan.
c.       Dilaksanakan secara konsekuen.
d.       Dipertahankan dan dilaksanakan secara konsekuen.

23.   Pancasila menempatkan manusia dalam keluhuran harkat dan martabatnya sebagai...
a.       Makhluk Sosial                                  c. Semua salah
b.       Makhluk Individu                             d. Makhluk Tuhan

24.   Pancasila dikatakan sebagai dasar negara yang dapat diartikan...
a.       Sebagai sumber hukum                                c. Sebagai pernyataan hukum
b.       Sebagai alat hukum                       d. Sebagai peraturan hukum

25.   Melaksanakan peraturan perundang-undangan bernafaskan Pancasila berarti...
a.       Mengamalkan Pancasila secara subyektif
b.       Mengamalkan Pancasila secara objektif
c.       Mengamalkan Pancasila secara teoritis
d.       Mengamalkan Pancasila secara praktis

26.   Seperangkat nilai yang terpadu berkenaan dengan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, merupakan pengertian Pancasila sebagai...
b.       Nilai dasar yang Fundamental
c.       Nilai dasar yang rasional
d.       Nilai dasar yang patriotik

27.   Pancasila sebagai ideologi terbuka haruslah bersifat dinamis, hal ini mengandung pengertian bahwa Pancasila mampu...
a.      Mewujudkan kehidupan yang berkeadilan dan keberadaban
b.      Mewujudkan demokrasi dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial
c.       Menyesuaikan diri terhadap tuntutan perkembangan zaman
d.       Mengembangkan sikap saling mencintai dengan penuh kesadaran



28.   Ajaran filsafat pancasila terdiri dari...
a.       Paham kemanusiaan dan kebangsaan, seimbang dan berintikan asas kekeluargaan.
b.       Paham kerakyatan dan Keadilan sosial, serta Pokok ajaran filsafat sosial, yang berintikan eksistensi manusia
c.       Semua benar
d.       Paham Ketuhanan Yang Maha Esa berintikan kesadaran moral

29.   Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa berarti...
a.       Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa
b.       Sebagai konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan suatu bangsa
c.       Kehidupan yang dicita-citakan suatu bangsa ke depan
d.       Pancasila sebagai ajaran bangsa

30.   Pandangan Pancasila tentang kehidupan manusia dalam masyarakat adalah...
a.       Manusia harus hidup secara teratur
b.       Setiap individu mempunyai kebebasan mutlak
c.       Kehidupan manusia harus berada dalam keserasian, keselarasan & keseimbangan antara pribadi dan masyarakat
Kehidupan manusia harus setaraf dan seimbang.


Rangkuman Perkembangan Psikososial pada Anak Usia Pertengahan

Perkembangan dari Diri
Perkembangan Kognitif selama pertengahan masa anak memungkinkan anak mengembangkan konsep diri mereka dengan lebih kompleks dan mencapai pemahaman serta kontrol emosi.
Perkembangan konsep diri: Sistem Representasi
Sekitar usia 7/8 tahun, anak mencapai tingkat perkembangan konsep diri. Pada saat ini, penilaian terhadap diri sendiri menjadi lebih penting, realistis, seimbang dan komprehensif sebagaimana anak membentuk sistem representasi: secara luas, konsep diri yang inklusif yang mengintegrasikan beragam aspek dari diri (Harter, 1993, 1996, 1998).
Harga Diri
Menurut Erikson (1982), faktor utama yang menentukan harga diri adalah pandangan anak-anak terhadap kapasitasnya untuk kerja produktif. Tahap psikososial ini di fokuskan pada Industry vs Inferiority (kerja keras lawan rendah diri).
Perkembangan Emosional dan Perilaku Prososial
Begitu anak tumbuh besar, mereka lebih sadar terhadap apa yang dimilikinya dan perasaan individu lain. Mereka dapat mengatur atau mengontrol dengan baik emosi dan dapat merespons emosi distres pada orang lain. Di usia 7 atau 8 tahun, anak secara khusus peka terhadap perasaan malu dan bangga, dan mereka memiliki pandangan yang jelas tentang perbedaan antara rasa bersalah dan malu (Harris, Olthof, Meerum, Terwogt & Hardman, 1987: Olthof, Schouten, Kuiper, Stegge & Jennekens-Schinkel, 2000). Emosi tersebut mempengaruhi pandangan mereka  terhadap diri mereka sendiri (Harter, 1993, 1996).
Regulasi emosi diri melibatkan usaha penuh (sukarela) mengontrol emosi, atensi dan perilaku. Usaha mengontrol emosi yang rendah mungkin merupakan prediksi masalah-masalah perilaku nantinya (Eisenberg dkk, 2004). Anak cenderung menjadi lebih berempati dan lebih cenderung berperilaku prososial di pertengahan masa anak. Sikap empati memperlihatkan “program” dalam otak anak normal. Sama seperti orang dewasa, empati dihubungkan dengan pengaktifan prefrontal pada anak berusia 6 tahun (Light dkk., 2009). Anak dengan perilaku pro sosial cenderung bertindak sesuai situasi sosial, membebaskan diri dari emosi-emosi negatif dan mengatasi maslah secara konstruktif (Einsberg, Fabes & Murphy, 1996). Orang tua mengetahui perasaan distres anak-anaknya dan membantu mereka fokus pada penyelesaian akar masalah memupuk empati, perkembangan prososial dan keterampilan sosial (Bryant, 1987; Einsberg dkk., 1996).
Anak dalam Keluarga
Anak di usia sekolah menghabiskan banyak waktu di luar rumah untuk berkunjung dan bersosialisasi dengan sebayanya daripada ketika mereka lebih muda. Mereka juga menghabiskan waktu disekolah dan belajar serta memperkecil waktu untuk makan bersama keluarga dari pada anak generasi lampau (Juster dkk., 2004). Untuk memahami anak dalam keluarga, kita perlu melihat lingkungan keluarga yang merupakan atmosfer dan struktur. Hal ini pada gilirannya dipengaruhi oleh apa yang terjadi di luar batas tembok rumah.
Suasana/Atmosfer Keluarga
Pengaruh paling penting dari lingkungan keluarga pada perkembangan anak berasal dari suasana dalam rumah. Salah satu faktor kontribusi pada suasana keluarga adalah apakah atmosfer keluarga mendukung dan mencintai atau penuh dengan konflik. Faktor kontribusi lainnya pada suasana keluarga adalah bagaimana orang tua mengatasi apa yang dibutuhkan anak di usia sekolah dan kemampuan untuk membuat keputusan mereka sendiri.
Isu-Isu Pengasuhan: Dari Pengontrolan Hingga Kerja Sama terhadap Aturan 
Pertengahan masa anak-anak membawa tahap peralihan coregulation (tentang kerja sama untuk menjalankan aturan). Bentuk peralihan pada bekerja sama dalam menjalankan aturan memengaruhi cara orang tua mengatasi kedisiplinan (Maccoby, 1984; Roberts, Block & Block, 1984). Orang tua dari anak usia sekolah menggunakan teknik induktif. Contohnya ayah dari Jared yang berusia 8 tahun menunjukkan bahwa tindakan Jared berpengaruh terhadap yang lain: ‘’Memukul Jermaine melukai dan membuatnya sedih.’’ Di situasi lain, orang tua Jared menyerukan harga dirinya (“ apa yang terjadi pada anak yang suka menolong di sini kemarin?”) atau nilai-nilai moral (“Anak laki-laki besar dan kuat seperti kamu seharusnya tidak duduk di kursi kereta dan membiarkan orang tua berdiri”). Atas semua itu, orang tua membiarkan Jared untuk mengetahui bahwa dia harus siap dengan konsekuensinya atas perilakunya: “tidak heran kamu ketinggalan bus sekolah hari ini, kamu tidur terlalu larut semalam! Sekarang kamu harus berjalan ke sekolah.”
Dampak-Dampak Pekerjaan Orang Tua
Di tahun 2009, 66% ibu- ibu USA bekerja paruh waktu maupun penuh waktu (Parker, 2009). Hal ini membutuhkan tempat penitipan anak yang jauh lebih banyak, umumnya pada program berbasis balai atau sekolah. Beberapa anak dari ibu yang bekerja, khususnya anak kecil diawasi oleh kerabat. Banyak anak yang menerima pengasuhan dari luar sekolah (Carver & Iruka, 2006).
Kemiskinan dan Pengasuhan
Anak miskin cenderung lebih memiliki masalah perilaku dan emosi dan tingkat kognitif serta akademis yang sangat kurang (Brooks-Gunn, Britto & Brady, 1998; Brook-Gunn & Duncan, 1997; Duncan & Brooks-Gunn, 1997; McLoyd, 1998). Kemiskinan dapat mempengaruhi perkembangan anak melalui dampak dari kondisi emosi orang tua dan gaya pengasuhan serta lingkungan rumah yang mereka ciptakan.
Struktur Keluarga
Keluarga yang tidak stabil mungkin lebih membahayakan bagi anak dibandingkan tipe keluarga tertentu tempat mereka hidup. Dalam sebuah studi dengan menggunakan sampel nasional, anak berusia 4-14 tahun, anak yang memiliki pengalaman beberapa kali dalam keluarga peralihan (contohnya pindah rumah, orang tua yang bercerai) cenderung lebih memiliki masalah perilaku dan terjebak dalam kenakalan perilaku daripada anak dalam keluarga yang stabil (Fomby & Cherlin, 2007).
Ketika Orang Tua Bercerai
Menyesuaikan diri pada perceraian sangat membuat stres anak. Pertama stres tentang konflik pernikahan kemudian perpisahan orang tua dan salah satu kepergian orang tua, biasanya ayah. Anak bisa jadi tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi. Perceraian tentu saja menimbulkan stres juga pada orang tua dan berdampak pada pengasuhan mereka. Standar keluarga menurun dan jika orang tua pergi, hubungan anak dengan orang tua asuh akan membuat derita (Kelly & Emery, 2003). Pernikahan kembali orang tua atau perceraian kedua setelah menikah kembali dapat meningkatkan stres anak, memperbarui kembali perasaan kehilangan (Ahrons & Tanner, 2003; Amato, 2003). Efek jangka panjang hampir semua anak dari perceraian dapat menyesuaikan diri dengan baik. Bagaimanapun, kecemasan yang berhubungan dengan perceraian orang tua dapat muncul di permukaan begitu anak memasuki fase dewasa awal saat mencoba membentuk hubungan intim milik mereka sendiri (Amato, 2003; Wallerstein, Lewis, & Blakeslee, 2000). Pengalman akan perceraian orang tua, beberapa anak di masa dewasa awal takut menjalin komitmen yang mungkin akan berakhir dengan kekecewaan (Glenn & Marquardt, 2001; Wallestein & Corbin, 1999). Berdasarkan riset, 25% anak hasil perceraian ketika masa dewasa awal memiliki masalah serius secara sosial, emosional, atau psikologi dibandingkan 10% dari anak yang orang tuanya tetap bersama (Hetherington & Kelly, 2002). Sebagai orang dewasa nantinya, anak hasil perceraian cenderung memiliki status sosial ekonomi yang rendah, kesehjateraan psikologis yang buruk dan kesempatan besar melahirkan anak di luar pernikahan. Perkawinan mereka cenderung tidak memuaskan dan berakhir pada perceraian (Amato, 2005).
Tinggal dalam Keluarga dengan Salah Satu Orang Tua
Keluarga dengan satu orang tua merupakan akibat dari perceraian, keluarga yang tidak menikah, atau kematian. Anak dalam keluarga orang tua tunggal melakukan semua hal dengan baik, tetapi cenderung tidak lancar dalam urusan sosial dan pendidikan di banding kelompoknya yang tinggal dengan kedua orang tua (Amato, 2005). Bagaimana pun, pengaruh luar yang negatif dari anak dalam keluarga dengan orang tua tunggal tidak dapat dielakkan. Usia anak dan tingkat perkembangannya, kondisi keuangan keluarga, apakah mereka sering pindah dan keterlibatan ayah yang berbeda tempat tinggal membuat perbedaan (Amato, 2005; Seltzer, 2000)
Tinggal dengan Keluarga Tanpa Pernikahan
Keluarga tanpa pernikahan memiliki cara-cara yang sama dengan keluarga yang menikah, tapi orang tua cenderung lebih banyak kekurangan (Mather, 2010). Secara tradisional mereka cenderung kurang pemasukan dan pendidikan, hubungan keluarga yang sangat kurang dan lebih banyak memiliki masalah kesehatan mental.
Tinggal dengan Keluarga Tiri
Penyesuaian dengan orang tua tiri yang baru mungkin situasi yang penuh tekanan. Loyalitas anak terhadap orang tua yang tidak ada atau yang meninggal dapat memengaruhi pembentukan ikatan kepada orang tua tiri (Amato, 2005).
Tinggal dengan Keluarga Gay atau Lesbian
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal dengan orang tua homosexual tidak memiliki masalah sosial atau psikologis atau berubah menjadi homosexual juga, jika dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal dengan keluarga normal.
Keluarga Adopsi
Mengadopsi anak membawa tantangan khusus; menyatukan anak adopsi dengan keluarga, menjelaskan tentang adopsi pada anak, membantu anak mengembangkan perasaan diri yang sehat dan bahkan membantu anak menemukan serta berkomunikasi dengan orang tua biologisnya. Menurut studi longitudinal nasional, orang tua adopsi menginvestasikan energi dan sumber daya mereka pada anaknya seperti yang dilakukan kedua orang tua biologisnya dan lebih baik di banding pada bentuk keluarga lainnya. Dan anak yang di adopsinya oleh keluarga dengan kedua orang tua melakukan hal yang sama baiknya dengan anak biologisnya dari kedua keluarga orang tua. (Hamilton, Cheng, Powell, 2007). Adopsi terhadap anak yang lahir dari negara lain yang terjadi di dalam keluarga USA meningkat sejak tahun 1978, dari 5315 ke 20267, tanpa mempedulikan penurunan pada tahun 2006. Ketika anak adopsi dari negara lain mencapai masa remaja, mereka mungkin merasakan kehilangan treadisi asli mereka dan tumbuh kesadaran akan rasisme dan diskriminasi dalam budaya adopsi mereka.
Hubungan dengan Saudara Kandung
Di beberapa komunitas seperti ini, saudara yang lebih tua memiliki peranan yang ditentukan oleh budaya. Saudara yang lebih tua, lebih mengajari saudara yang lebih muda tapi biasanya terjadi secara informal saja dan bukan merupakan bagian dari sistem sosial. (Cicirelly, 1994). Dalam sebuah studi dari 101 keluarga di Inggris hubungan orang tua – anak hangat dan penuh afeksi, sesama saudara cenderung memiliki hubungan yang positif pula.
Anak dalam Kelompok Sebaya 
Dampak positif dan negatif hubungan dengan sebaya
Dampak positif mereka termotivasi untuk mencapai status sosial, mereka belajar kepemimpinan dan keterampilan berkomunikasi, kerjasama. Dampak negatif adalah kelompok sebaya bisa jadi memperkuat prasangka terutama anggota kelompok ras tertentu atau kelompok etnis.
Popularitas
Popularitas penting di pertengahan masa anak. Popularitas dapat diukur dengan dua cara yaitu popularitas sosiometri dan popularitas persepsi. Budaya dapat mempengaruhi kriteria popularitas. Dalam masyarakat sosial kapitalis yang telah dicapai China, asertifitas sosial dan inisiatif akan lebih dihargai dan didukung di bandingkan masa lalu, serta rasa malu dan sensitifitas mengarahkan pada masalah kesulitan sosial dan psikologis bagi anak. Dan perubahan tersebut berdampak lebih dulu pada anak perkotaan.
Persahabatan
Konsep persahabatan anak dan bagaimana merek abertindak kepada teman-temannya berubah sesuai usia, mencerminkan perkembangan kognitif dan emosinya. Anak-anak usia sekolah membedakan antara sahabat, teman baik, teman biasa berdasarkan intimasi dan waktu yang dihabiskan bersama.
Agresi dan Penindasan
Agresi menurun dan berubah bentuknya selama masa awal sekolah agresi di bagi menjadi : agresi intrumental, agresi permusuhan, agresi langsung, agresi tidak langsung atau sosial.
Tipe-tipe Agresi dan Pengolahan Informasi Sosial
Anak-anak yang bersikap dominan dan mengontrol akan bertindak agresif sebagai ancaman terhadap status mereka, mereka beratribusi pada permusuhan. Agresi anak laki-laki cenderung meningkat dalam status sosial yang berakhir dikelas 5, mengingatkan bahwa penindasan agar terlihat keren dimasa praremaja.
Apakah Media Elektronik memicu sikap agresi ?
Baik televisi, film, video game, hp, komputer memegang peranan besar pada kegiatan anak sehari-hari karena waktu yang dihabiskan secara signifikan oleh anak lebih bnayak dengan media, apa yang mereka lihat akan menjadi contoh peran dan sumber informasi bagaimana individu berperilaku.
Penindas dan Korbannya
Penindasan terutama : penindasan emosional adalah merugikan baik yang melakukan maupun korbannya dan bahkan berakibat fatal. Lebih jauh lagi, penindasan yang sering terjadi memengaruhi suasana sekolah menyebabkan pencapaian akademis yang rendah semakin luas, diasingkan oleh sekolah sakit perut dan kepala, enggan sekolah dan sering absen.
Kesehatan Mental
Kesehatan mental adalah pemberian nama yang salah karna biasanya mengacu pada emosi.
Masalah-masalah yang umum terjadi contoh : gangguan tingkah laku yang mengganggu. Gangguan ini di bagi lagi menjadi ODD, CD. Phobia sekolah dan gangguan kecemasan lain cenderung terjadi dalam keluarga dan terjadi dua kali lipat pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Depresi masa anak adalah gangguan suasana hati yang terjadi melebihi kenormalan, kesedihan sementara. Anak yang berusia 5-6 tahun secara akurat dilaporkan mengalami depresi suasana hati dan perasaan yang memicu terjadinya permasalahan nantinya, dari masalah akademis hingga depresi utama dan bunuh diri.
Teknik penanganan
Beberapa teknik penanganan antara lain psikoterapi individual, terapi keluarga, terapi perilaku, terapi seni, terapi bermain, penggunaan obat sebagai terapi.
Stress dan Ketangguhan
Stres yang berlebihan, bagaimanapun, dapat menuntun pada masalah-masalah psikologis.
Stres di Kehidupan Modern : Anak- anak di kehidupan modern diharapkan berhasil di sekolah, bersaing dalam olahraga, dan untuk memenuhi kebutuhan emosi orang tua.

Menghadapi Stres : Anak yang Tangguh adalah mereka yang mempertahankan atau memelihara ketenangan dan kompetensi di bawah tantangan atau ancaman luar atau bangkit kembali dari pengalaman traumatis. Faktor pelindung pengaruh yang dapat mengurangi dampak stres awal dan kecenderungan memprediksi hasil positif. 

sumber: Diane E. Papalia dan Ruth Duskin Feldman. 2014. Menyelami Perkembangan Manusia Edisi 12 Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

Sunday, June 18, 2017

Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim, Pengertian Teori Lamarck & Kaitannya dengan Pembagian Iklim

Fadhel Kusuma (12516443)
1PA09


Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
1. Daerah Tropik
Beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Januari hingga Desember sangat sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membentuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut :
·         Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
·         Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
·         Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
·         Tanah di bawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
·         Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil.
Di dalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Tumbuhan di daerah ini memiliki ciri, yaitu berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya.
Di pedalaman daerah tropik lain terdapat beberapa gurun pasir yang kondisinya jauh berbeda dengan lingkungan hutan tropik. Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. Kelembapan udara sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang tandus. Dengan kondisi bioma seperti ini maka hanya sedikit jumlah spesies tanaman yang mampu tumbuh.
2. Daerah Sub-Tropik
Disebut iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.    Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk ketika musim gugur.
Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.
3. Daerah Kutub
Di daerah ini jika pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Tapi pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdiri dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup di sekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten.
Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangat besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih,  musk axen.

Teori J.B Lamarck
Teori Evolusi Lamarck berisi dua gagasan utama, yaitu:
1.       Gagasan use and disuse (digunakan dan tidak digunakan)
bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu lingkungan tertentu akan menjadi besar dan kuat. Sementara itu, bagian tubuh yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran.
2.        Sifat atau ciri-ciri dari lingkungan dapat diwariskan kepada keturunannya.
Contoh teori ini adalah evolusi pada jerapah berleher panjang. Menurut Lamarck, nenek moyang jerapah sebenarnya berleher pendek. Jerapah yang berleher pendek menjulurkan lehernya untuk mencapai makanannya pada daun-daun cabang pohon yang tinggi. Oleh karena itu, leher jerapah menjadi panjang. Sifat leher jerapah yang panjang tersebut akan diwariskan pada keturunannya. Dengan demikian, semua jerapah berleher panjang.


Jadi kaitan antara Pembagian wilayah berdasarkan ikim dengan teori J.B Lamarck adalah bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi menyangkut bagaimana pewarisan gen-gen melalui sel-sel kelamin, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika. Sifat leher panjang atau pendek jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher panjang bersifat dominan. Sedangkan, gen untuk leher pendek adalah resesif. Karena jerapah berleher pendek tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka jerapah ini akan punah. Jadi intinya mengapa di dunia ini terbagi menjadi 3 iklim karna agar makhluk hidup dapat beradaptasi dan meneruskan keturunannya sesuai dengan iklim dimana ia di lahirkan.



Sumber : http://www.elearning.gunadarma.ac.id 
                http://www.cpuik.com/2013/04/perbandingan-teori-evolusi-lamarck.html

Saturday, April 22, 2017

Penggunaan Berlebih Media Sosial

Di era modern seperti saat di media sosial sudah berubah tidak hanya sebagai situs fasilitas komunikasi online namun juga sebagai jembatan dalam berbagai kegiatan masyarakat maya. Mulai dari keperluan bisnis hingga membentuk komunitas semuanya bisa dilakukan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Line, Snapchat, Linked In, Skype, Tagged, We Chat, Kakao Talk maupun situs media sosial lainnya.
Namun tahukah bahwa mempunyai kebiasaan mengakses situs media sosial selama berjam-jam dalam sehari bisa menjadi indikasi bahwa kita sedang mengalami masa depresi atau mengalami kesepian. Hal ini secara resmi diungkap oleh kelompok peneliti dari Kanada lewat sebuah studi terhadap pengaruh penggunaan media sosial. Hasilnya ternyata mayoritas pengguna media sosial yang notabenenya masih tergolong usia muda, mengalami masalah berat atau pun depresi dalam berbagai bentuk. Menurut beberapa sumber yang saya dapati di Internet tentang penggunaan berlebih media sosial memiliki dampak yang kurang baik bagi user yang sering menggunakannya dalam intensitas melebihi batas normal. Dampak tersebut yaitu :
·    Kecanduan dan tidak mengenal waktu, Orang yang sudah asyik bermain media sosial susah lepas untuk dihentikan. Terutama untuk para remaja yang masih belum bisa memprioritaskan mana yang harus dikerjakan mana yang tidak harus dikerjakan. Mereka akan mudah tercandu dengan serunya aplikasi media sosial hingga lupa terhadap waktu. Dengan begitu mereka akan lupa untuk mengerjakan hal-hal yang penting yang justru malah digunakan untuk bersosial media.
·    Tidak Peduli dengan Sekitar, Kebanyakan orang saat sudah merasakan asyiknya online menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, entah itu pada saudara, orangtua atau teman. Bahkan, dengan dirinya sendiri pun lupa. Tidak peduli orangtua sedang repot butuh bantuan, tidak peduli lantai kotor dan harus disapu, tidak peduli sudah menjalankan ibadah sholat atau belum dan masih banyak lagi ketidak pedulian mereka disaat sedang asyik di dunia maya.
·  Kurang sosialisasi dengan lingkungan, Jika diperhatikan banyak remaja sekarang yang tidak akrab dengan tetangga sekitar. Mereka cenderung asyik mengurung diri di kamar memainkan jari jemarinya di keyboard komputer atau keypad handphone mereka. Sehingga kebiasaan ini menyebabkan mereka menjadi tidak dikenal di masyarakat, tidak mengetahui ada info apa di lingkungan sekitar dan sebagainya.
·  Menghamburkan uang, Rata-rata bagi mereka yang kecanduan media sosial selalu menjaga pulsanya demi bisa bermedia sosial ria. Banyak juga remaja sekarang yang lebih memilih pulsanya didaftarkan untuk paket internet daripada untuk menelpon atau sms keluarga. Sekarang sekitar 50 000 rupiah minimal biaya yang dibutuhkan untuk 1 bulan paket internet. Itupun belum termasuk biaya sms dan telepon. Bagaimana dengan keuangan anak remaja yang masih duduk dibangku sekolah ? tidakah itu terlalu memberatkan? Ya mungkin sangat memberatkan bagi sebagian masyarakat. Orang tua akhirnya perlu mengeluarkan biaya yang lebih lagi untuk putra putrinya.
·   Mengganggu kesehatan, Mereka yang sedang asyik di media sosial cenderung suka tidur larut malam dan melupakan perutnya sudah terisi makanan atau belum. Sudah tentu hal ini menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga mudah terserang penyakit.
·    Malas Belajar, Jika terlalu asyik bermain menggunakan sosial media menyebabkan malas untuk membuka kembali buku pelajaran sekolah atau kuliah. Saat ingin mengerjakan tugas sekolah atau kuliah pun inginnya segera cepat karena sudah terfokus dengan sosial media. Alhasil kualitas daya belajar mereka pun menurun akibat penggunaan yang berlebihan.

Media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi dan pencari informasi jika memang dibutuhkan, namun hal tersebut bisa berubah fungsi 360 derajat menjadi sebuah `pengisi dahaga` penggunanya ketika sedang kesepian.
Jika kondisi ini dibiarkan terus berlarut, kemungkinan akan adanya depresi tingkat lanjut sangat mungkin terjadi. Jika memang sampai pada tahap tersebut, risikonya bisa sampai menyebabkan depresi berat, tindakan bunuh diri ataupun cyberbullying.

Sudah seharusnya fungsi dari media sosial dibatasi. Selagi masih ada waktu dan belum terlambat, kini peran orang tua yang harus mengawasi anak mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saturday, April 15, 2017

HIPOTESIS TENTANG PEMBENTUKAN TATA SURYA dan Dampak Perkembangan IPTEK pada Anak-anak

Berbagai teori mengenai tata surya bermunculan, ketika manusia memilki naluri akan keingintahuan mereka mengenai asal mula tata surya. Berikut ialah beberapa hipotesis tentang terbentuknya tata surya beserta tokoh-tokohnya :
1.       Hipotesis Nebula, Hipotesis ini pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688–1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724–1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet-planet dan satelitnya. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.
2.       Hipotesisi Protoplanet, teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh Gerard P.Kuiper pada tahun 1950. Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan yang jumlahnya sangat banyak. Suatu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola. Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi).Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya(Matahari).Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.
3.       Hipotesis Planetesimal, Hipotesis ini dikemukakan oleh T.C Chamberlein dan F.R Moulton. mengemukakan teori Planetesimal Hipotesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermasa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet.
4.       Hipotesis Pasang Surut Bintang, Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
5.       Hipotesis Bintang Kembar, Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915–2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Karena adanya gaya gravitasi serpihan yang letaknya berdekatan bergabung sedikit demi sedikit dan akhirnya membentuk planet, dan terbentuklah susunan tata surya.
6.       Hipotesis Kuiper, Dalam Hipotesis Kuiper, dikemukakan bahwa alam semesta ini pada awalnya terdiri dari formasi bintang -bintang. Lalu, terdapat dua pusat yang memadat dan berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen. Satu pusat lebih besar daripada pusat yang lainnya. Satu pusat yang lebih besar ini kemudian memadat dan menjadi bintang tunggal yang kita kenal sebagai matahari. Hipotesis ini dikemukakan oleh Gerard P Kuiper (1905 – 1973). Karena masih merupakan hipotesis dan belum dianggap sebagai teori yang memiliki dasar kuat, pendapat Kuiper ini lumayan jarang digunakan.


Analisis & Pendapat Saya

Menurut saya hipotesis yang di kemukakan Fred Hoyle lah yang masuk akal, karna sebelum saya bisa mengatakan masuk akal saya mencari bukti kebenarannya melalui beberapa sumber di internet dan saya mendapatkannya berupa foto. Di tata surya ini memang benar adanya bintang kembar seperti yang di temukan oleh para astronom.

Panah menunjukan lokasi kedua bintang kembar yang ditemukan di nebula Orion. Kredit Gambar : NASA JPL/ HST, inset : David James
Dengan adanya bukti sederhana berupa foto itu saya bertambah yakin bahwa hipotesis tentang bintang kembar benar adanya dan juga merupakan proses pembentukan planet sekaligus susunan tata surya kita saat ini.

Cincin Planet Jupiter

Planet Jupiter memiliki sistem cincin, yang dikenal sebagai cincin Jupiter atau sistem cincin Jovian. Itu adalah sistem cincin ketiga yang ditemukan di Tata Surya, setelah dari Saturnus dan Uranus. Ini pertama kali diamati pada tahun 1979 oleh probe ruang Voyager 1 dan diselidiki secara menyeluruh pada 1990-an oleh pengorbit Galileo. Hal ini juga telah diamati oleh Hubble Space Telescope dan dari Bumi selama 23 tahun terakhir. pengamatan berbasis darat dari cincin memerlukan teleskop terbesar. Cincin Jupiter memiliki beberapa komponen antara lain cincin halo, cincin utama dan cincin gossamer.
Cincin Halo merupakan bagian terdalam berupa awan tebal yang berada pada jarak 92 000 km – 122 500 km dari inti Jupiter. Bagian halo ini mengalami peningkatan inklinasi akibat interaksi dengan bidang magnet Jupiter. Komponen berikutnya adalah cincin utama yang lebih tipis dan sempit berada pada jarak 122500 km – 128940 km dari pusat Jupiter dengan ketebalan 30 km dari atas ke bawah. Pada bagian ini terdapat juga partikel-partikel besar yang mengisi bagian cincinnya. 
Sistem cincin Jupiter. Orbit satelit-satelit dalam ditandai dalam gambar tersebut. Kredit : NASA/JPL/Cornell University
Komponen terakhir dari cincin Jupiter adalah cincin Gossamer yang redup dan terbagi atas dua bagian yakni Cincin Almathea (yang dekat ke Jupiter) dan Cincin Thebe. Cincin Almathea dimulai dari satelit Almathea ke bagian dalam Jupiter pada jarak 181000 km dan memiliki kecerlangan seragam. Sedangkan cincin Thebe yang berada di bagian terluar sampai dengan cincin Almathea berada pada jarak 222000 km dari Jupiter. Cincin ini lebih redup namun juga lebih tebal dibanding Cincin Almathea, namun jika dilihat dari citra resolusi tinggi yang diambil oleh Galileo, tepi atas dan bawah cincin Thebe akan terlihat lebih terang dibanding bagian pusatnya.
Cincin Jupiter memang redup jika dibandingkan dengan cincin Saturnus dan ia terbentuk dari materi yang gelap kemerah-merahan. Artinya, materi pembentuk cincin bukanlah es seperti di Saturnus melainkan batuan dan pecahan-pecahan debu. Citra yang diambil Voyager 2 menunjukan partikel pembentuk cincin sangatlah kecil dengan diameter hanya sekitar 10 mikrometer atau kurang dari itu. Bisa dikatakan partikel-partikel dalam cincin itu tak lebih besar dari partikel asap rokok atau debu rumah. Di bagian atas dan bawah cincin, terbentang awan partikel, medan elektrostatis yang terdorong keluar dari cincin oleh medan magnet Jupiter.
Jika dilihat dari letaknya, cincin Jupiter berada dalam batas Roche, sangat dekat dengan planet itu sendiri. Pada area ini satelit yang ada akan hancur akibat gaya gravitasi planet. Ini mengindikasikan kalau cincin Jupiter terbentuk dari satelit yang gagal. Selain itu, hasil pengamatan pesawat ruang angkasa Galileo juga menunjukan debu yang membentuk cincin berasal meteor yang menghantam permukaan satelit Jupiter. Selama 7 tahun perjalanannya, Galileo berhasil mendata ribuan tabrakan partikel dalam cincin Jupiter dari tahun 2002-2003.
Cincin Saturnus
Saturnus dan cincinnya yang diambil Cassini pada tahun 2006. Kredit : NASA
Keberadaan cincin Saturnus sebenarnya pertama kali telah diamati oleh Galileo pada tahun 1610. Namun saat itu, Galileo tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang ia amati, karena keterbatasan resolusi dan kualitas lensa teleskop yang digunakannya. Dengan teleskop sederhananya itu, Galielo mengamati adanya “pendamping” Saturnus yang selalu berada di samping planet tsb. Galileo lantas menyebut Saturnus sebagai planet kembar tiga, yang hampir bersinggungan, dan yang berada di tengah ukurannya sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan yang lainnya. Konfigurasi seperti ini tidak berubah sepanjang pengamatannya.

Cincin Uranus

Uranus sebagai planet dikenal pada saat William Herschel menemukannya di tahun 1791. Namun saat itu, ia belum tahu kalau planet cantik ini memiliki cincin. Yang unik dari Uranus adalah pergerakannya. Kemiringan sumbu rotasi Uranus mencapai 97,7 derajat membuatnya bergerak berbeda dari planet-planet pada umumnya. Akibatnya, selama 84 tahun periode orbitnya satu sisi Uranus akan berada pada sisi terang selama 42 tahun dan kegelapan di sisi lainnya selama 42 tahun. Dengan demikian misteri wajah lain Uranus baru akan terkuak setelah 42 tahun.
Tahun 1789, William Herscel mengklaim bahwa ia melihat ada cincin di Uranus, namun klaim tersebut tak pernah jadi sebuah penemuan karena selama 2 abad berikut tak pernah terlihat keberadaan cincin di planet tersebut. Baru pada bulan Maret 1977, okultasi bintang SAO 158687 mengungkap keberadaan cincin tipis dan buram di Uranus. Pada tahun 1986, saat Voyager 2 melalkukan pertemuan dengan Uranus, ia berhasil mengambil foto-foto cincin tersebut dari jarak yang dekat. Setidaknya manusia belum mampu untuk berada di sana dan mengambil fotonya.
Sebagian besar materi di sistem cincin Uranus barada dalam 9 cincin tipis yang terletak pada jarak 41000 – 52000 km dari pusat planet. Sebagian besar dari cincin Uranus memiliki lebar 1 – 10 km, sementara cincin epsilon yang ada di bagian luar Uranus adalah yang paling lebar dan paling eksentrik. Cincin epsilon tersebut berada pada jarak 20 km – 96 km.
Partikel penyusun cincin Uranus yang terlihat dari Bumi memiliki ukuran yang hampir sama dengan cincin utama Saturnus yakni ~1cm – 10 m. Namun di bagian cincin epsilon, susunannya terdiri dari balok-balok es yang berukuran beberapa kaki. Cincin epsilon juga ditemukan memiliki warna abu-abu, dengan satelit Cordelia dan Ophelia bertindak sebagai satelit penggembala bagi cincin tersebut. Selain itu di sepanjang 9 cincin Uranus, juga terdapat partikel-partikel debu halus yang terdistribusi renggang mengisi cincin tersebut.
Partikel yang menyusun cincin Uranus memiliki warna yang sangat gelap dan tampak segelap asteroid dan meteorit carbonaceous chondrite. Diperkirakan partikel-partikel tersebut terdiri dari es yang teradiasi gelap, yang merupakan campuran dari hidrokarbon kompleks yang melekat pada es saat terbentuk.       
Penampakan Uranus dari Bumi pada tahun 2003, 2005 dan 2007. Kredit : NASA
                                                                                                                                                                  
Dampak Perkembangan IPTEK pada Anak- Anak
Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah aktifitas, hasil dan komunikasi ilmu, yang menyebutkan bahwa aktifitas yang dilakukan untuk menghasilkan ilmu adalah penelitian dengan hasil dalam bentuk karya tulis ilmiah yang dikomunikasikan ke masyarakat melalui media publikasi ilmiah. Cabang-cabang IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya. Untuk mendayagunakan Iptek diperlukan nilai-nilai luhur agar dapat dipertanggungjawabkan.
Karakter (character) mengacu pada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter meliputi sikap seperti keinginan untuk melakukan suatu hal yang terbaik, kapasitas intelektual seperti berpikir kritis dan alasan moral, perilaku jujur dan bertanggungjawab, mempertahankan prinsip-prinsip moral dalam situasi penuh ketidak adilan, kecakapan in terpersonal dan emosional yang memungkinkan seseorang berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi, dan komitmen untuk berkontribusi dengan komunitas dan masyarakatnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat memberikan berbagai pengaruh terhadap perkembangan karakter pada anak, baik itu berdampak yang negatif maupun berdampak positif.

·         Dampak Positif :
1.       Dapat mempermudah anak dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan yang lebih luas.
2.       Memudahkan dan melancarkan anak dalam berkomunikasi dengan orang lain.
3.       Memudahkan anak memahami proses belajar dan mengajar
4.       Memudahkan anak dalam mengerjakan pekerjaannya.
5.       Memudahkan anak dalam menuangkan ide-ide.
6.       Anak mampu belajar sendiri melalui GAME

·         Dampak Negatif :
1.       Kecenderungan dalam menggunakan media elektronik, sehingga tidak suka membaca buku.
2.       Seseorang menjadi konsumtif, yaitu sikap yang hanya bisa menggunakan saja, tapi tidak bisa membuat.
3.       Terjadi Kejahatan-kejahatan dalam dunia maya.
4.       Pola pikir seseorang menjadi tidak bermoral kerena situs-situs yang salah juga ada dalam internet, seperti situs porno.
5.       Sikap agresif yang berlebihan yang disebabkan terlalu sering memainkan game atau permainan ekstrim dan agresif.


Contoh Kasus
Dalam kasus yang saya temui dalam pesatnya perkembangan IPTEK terhadap anak-anak yaitu masih mudahnya anak-anak mengakses situs yang mengarah ke konten pornografi. Dalam kasus ini seharusnya orang tua lebih membatasi penggunaan dari gadget kepada anak, karna jika semakin lama waktu anak bermain gadget maka itu pun tidak baik, karena sifat alamiah seorang anak-anak pada umur tersebut masih mempunyai rasa ingin tahu yang besar.


Sumber :
https://portal-ilmu.com/teori-teori-pembentukan-tata-surya/
http://diasdiari.blogspot.co.id/2014/02/teori-bintang-kembar.html
http://langitselatan.com/2008/05/30/di-balik-redupnya-cincin-jupiter/
http://langitselatan.com/2008/09/15/mengenal-dari-dekat-cincin-uranus/
http://langitselatan.com/2008/09/08/menyusuri-indahnya-cincin-saturnus/
http://blog.uad.ac.id/st1300002051/2015/01/14/46/


PERSONAL STYLE INVENTORY (PSI)

PERSONAL STYLE INVENTORY (PSI) Tujuan              : Untuk mengukur sosiotropi dan otonomi dalam depresi. Deskripsi         : PSI adalah...